Sabtu, 21 Mei 2011

LAGU PERJUANGAN MAHASISWA


"Totalitas Perjuangan"
Kepada para mahasiswa
Yang merindukan kejayaan
Kepada rakyat yang kebingungan
Di persimpangan jalan
Kepada pewaris peradaban
Yang telah menggoreskan
Sebuah catatan kebanggaan
Di lembar sejarah manusia
- Reff :
Wahai kalian yang rindu kemenangan
Wahai kalian yang turun ke jalan
Demi mempersembahkan jiwa dan raga
Untuk negeri tercinta





Berbaris dan Bersatu
Berbaris dan bersatu
Menuju Indonesia baru
Singkirkanlah benalu
Singkirkan semua musuh-musuh
Rakyat pasti menang
Melawan penindasan
Rakyat kita pasti akan menang
Rakyat pasti menang
Melawan penindasan
Rakyat kita pasti menang
Revolusi ye… ie
Revolusi ye… ie
Revolusi tanpa TNI
Bulat Semangat
Bulat semangat tekad kita
Pasukan suka relawan Indonesia
Siap bertempur, siap melawan
Maju terus pantang mundur
Ayolah kawan
Buruh tani pemuda
Dan angkatan kita
Maju melawan
Siapkan senjata
Cukupkan sandang pangan
Maju melawan
Maju terus
Revolusi ’45
Buruh Tani
Buruh, tani, mahasiwa, kaum miskin kota
Bersatu padu rebut demokrasi
Gegap gempita dalam satu suara
Demi tugas suci yang mulia
Hari-hari esok adalah milik kita
Terbebasnya masyarakat pekerja
Terwujudnya tatanan masyarakat
Demokrasi sepenuhnya
Cinta Demonstran
Sudah berulang kali abang katakan
Jangan bermain cinta dengan demonstran
Nanti ditangkap polisi
Sakit-sakit sekali
Kalau abang turun ke jalan
Banyak senapan, panser dan pentungan
Rasa was-was sedikit jantungan
Abang merasakan
Kalau adik sayang sama abang
Tolong doakan dan beri kecupan
Agar sampai dalam perjuangan
Abangmu tersayang
Darah Juang
Disini negeri kami
Tempat padi terhampar
Samuderanya kaya raya
Negeri kami subur tuhan
Di negeri permai ini
Berjuta rakyat bersimbah luka
Anak kurus tak sekolah
Pemuda desa tak kerja
Mereka dirampas haknya
Tergusur dan lapar
Bunda relakan darah juang kami
‘Tuk bebaskan rakyat
Mereka dirampas haknya
Tergusur dan lapar
Bunda relakan darah juang kami
Padamu kami berjanji
Padamu kami berbakti
Darah Rakyat
Darah rakyat masih berjalan
Menderita sakit dan miskin
Saat datangnya pembalasan
Rakyat yang menjadi hakim
Rakyat yang menjadi hakim
Ayo maju serentak menyerang
Kemerdekaan pasti datang
Merah warna panji-panji kita
Merah warna darah-darah rakyat
Kami berjanji pada rakyat
Kemiskinan pasti hilang
Kaum buruh memerintah
Dunia baru pasti datang
Dibawah Topi Jerami
Dibawah topi jerami
Ku susuri terik matahari
Berjuta kali turun aksi
Bagiku itu langkah pasti
Dibawah kuasa tirani
Ku susuri jalur revolusi
Berjuta kali lawan TNI
Bagiku itu langkah pasti
Marilah kawan mari kita suarakan
Di tangan kita tergenggam arah bangsa
Marilah kawan mari kita nyanyikan
Sebuah lagu tentang pembebasan

Diobok-obok
Diobok-obok rakyatnya di obok-obok
Sebelum chaos aparatnya pada mabok
Diobok-obok rakyatnya di obok-obok
Sebelum chaos aparatnya pada mabok
Dipukulin, ditendangin lalu ditembakin
Gas air mata sudah biasa
Peluru karet nggak kena-nggak kena
Peluru tajam alamak kabur semua
Internasionale
Bangkitlah kaum yang terhina
Bangkitlah kaum yang lapar
Kehendak yang mulia dalam dunia
Senantiasa bertambah besar
Hilangkan adat dan faham tua
Kita rakyat sadar-sadar
Dunia sudah berganti rupa
Untuk kemenangan kita
Perjuangan penghabisan kumpullah berlawan
Dan Internasionale pastilah di dunia
Perjuangan penghabisan kumpullah berlawan
Dan Internasionale pastilah di dunia
Mars Mahasiswa
Acungkan tinju kita satu padu
Bersatu semangat jiwa ayo terus maju
Mahasiswa bersatu
Hancurkan birokrat kampus
Mahasiswa satu jiwa
Mahasiswa pasti jaya
Garuda Pancasila
Garuda pancasila
Aku tak mendukungmu
Patriot proklamasi
Siapa berkorban untukmu
Pancasila dasarnya apa
Rakyat adil makmurnya kapan
Pribadi bangsaku
Nggak maju-maju (3 X)
Ibu Pertiwi
Ibu pertiwi kini bersusah hati
Paras wajah terlihat pucat pasi
Disana sini kehancuran negeri
Rakyat sendiri direlakan mati
Kawan teruslah berjuang
Yakini arah tujuan
Ini tentang harga diri
Bulatkan tekad nurani
Saudaraku kini terus menangis
Mengharap belas kasih penguasa negeri
Terkurung tembok meratap langis
Semuanya hampa
Mengapa ini terjadi
Gelap menutupi bumi
Akibat ulah manusia
Yang tak peduli akan sesama

Kapan-kapan
Kapan-kapan kitakan jumpa lagi
Kapan-kapan kitakan chaos lagi
Mungkin lusa atau dilain aksi
Mungkin nanti disaat revolusi
Bila kami mau kami bisa bikin rusuh
Tapi kami nggak mau
Karena kami punya hati
Punya hati.. hati-hati

Mentari
Mentari menyala disini
Disini didalam hatiku
Gemuruhnya sampai disini
Disini diurat darahku
Disini diurat darahku
Meskipun tembok yang tinggi mengurungku
Berlapis pagar disekitarku
Tak satupun yang sanggup menghalangiku
Menyala didalam hatiku
Hari ini hari milikku
Entah esok masih terbentang
Dan mentari kan tetap menyala
Disini diurat darahku
Disini diurat darahku
Indonesia Pusaka
Indonesia tanah air siapa
Katanya tanah air beta
Indonesia sejak empat lima
Janjinya adil sejahtera
Tetapi diriku bertanya
Petani dirampas tanahnya
Buruh miskin hina tak berharta
Sampai akhir menutup mata
Kampusku
Kampusku rumahku
Kampusku negeriku
Kampusku kebebasanku
Kampusku wahana kami
Disana kami dibina
Menjadi manusia dewasa
Tapi kini apa yang terjadi
Kami ditindas semena-mena
Berjuta rakyat menanti tangannmu
Mereka lapar dan bau keringat
Kusampaikan salam-salam perjuangan
Kami semua cinta-cinta Indonesia
Kaumku mahasiswa
Dimana kini kau berada
Senjata disisi kirimu
Penjara disisi kananmu
Mars TNI
Tentara Nasional Indonesia
Tidak berguna bubarkan saja
Diganti Menwa ya sama saja
Lebih baik diganti pramuka
Naik bis kota nggak pernah bayar
Apalagi masuk ke warung tegal
Memperkosa istri orang
Memukuli mahasiswa
Tentara Nasional Indonesia
Tidak berguna bubarkan saja
Diganti Menwa ya sama saja
Lebih baik diganti PKK
Naik bis kota nggak pernah bayar
Apalagi masuk ke warung tegal
Memperkosa istri orang
Memukuli mahasiswa
Tanah Air
Tanah airku kini berantakan
Kebenaran tidak ditegakkan
Keadilan disingkirkan
Kekuasaan diagungkan
Rakyatku yang kucintai
Bangkitlah melawan
Mahasiswa Merdeka
Kamilah mahasiswa merdeka
Senjatanya massa rakyat merdeka
Dengan diskusi dan massa aksi
Sampai rakyatpun menang
Bendera merah telah dikibarkan
Tanda mulai pembebasan
Dengan diskusi dan massa aksi
Sampai rakyatpun menang
Mars Pemuda
Bangkitlah wahai pemuda
Marilah rapatkan barisan
‘Tuk membebaskan negeri ini
Dari tangan-tangan serakah
Mari kobarkan api
Dari jiwa-jiwa yang suci
Jadilah pejuang sejati
Siap menggulingkan setiap tirani
Ayo berseru mari bersatu
Rakyat pasti menang
Ayo berseru mari bersatu
Rakyat pasti menang
Dari titik api matahari pagi
Kan kubakar semangat menyala-nyala
Bakar badanku bakarlah jiwaku
Hingga rakyat merdeka
Pergi Berjuang
Tinggalkan ayah tinggalkan ibu
Restui kami pergi berjuang
Dibawah bendera merah putih
Majulah ayo maju serentak
Tinggalkan kampus tinggalkan buku
Disini kami turun ke jalan
Dibawah bendera revolusi
Majulah ayo maju menyerang
Jangan kembali pulang
Sebelum rakyatkan menang
Walau darah tertumpah di medan juang
Demi rakyat kurela berkorban
Lawan dan Menang
37 tahun rakyat dibodohi
37 tahun rakyat dibohongi
Lawan – lawan
Lawan – lawan – lawan hei!
Lawan – lawan
Lawan dan menang
Hancurkan rezim penindas rakyat
Lawan – lawan – lawan dan menang
Hancurkan rezim penindas rakyat
Rakyat Indonesia
Rakyat Indonesia dilanda bencana
Krisis ekonomi ulah bapak negeri
Buruh negeri habis disikat kolusi
Bapak negeri tidak mau peduli
Harga melonjak
Rakyat diinjak
Hutan diiris
Buruh menangis
Hapuskan penindasan
Lawan pemerasan
Setan rakyat Indonesia
Harus kita singkirkan
Sarang Bencana
Mana dimana sarangnya bencana
Sarangnya bencana ada di mabes polri
Mana dimana sarangnya bencana
Sarangnya bencana ada di markas polri
Pembunuhnya polisi
Pemerkosa polisi
Semua itu dilakukan polisi
Pembunuhnya polisi
Pemerkosa polisi
Semua itu dilakukan polisi
Sarinande
Aku ingin nyanyikan lagu
Buat orang-orang yang tertindas
Hidup dialam bebas
Dengan jiwa yang terpapah
Aku ingin nyanyikan lagu
Buat kawan-kawan yang sengsara
Kehilangan semangat juang
Terlena dalam mimpi panjang
Ditemani hidup yang bimbang
Mengapa harus takut pada matahari
Kepalkan tangan halau setiap panasnya
Mengapa harus takut pada malam hari
Nyalakan api dalam sepi halau setiap gelapnya
Dilorong-lorong-lorong jalanan
Dikolong-kolong-kolong jembatan
Dikaki-kaki-kai lima
Dibawah menara
Kau masih mendekap derita
Kau masih mendekap derita
Aku ingin nyanyikan lagu
Tanpa kemiskinan dan kemunafikan
Tanpa air mata dan kesengsaraan
Agar dapat melihat surga
Agar dapat melihat surga
Satukanlah
Satukanlah dirimu semua
Seluruh rakyat senasib serasa
Susah senang dirasa sama
Bangkit-bangkit segera
Satukanlah jerai jemarimu
Kepalkanlah dan jadikan tinju
Bara luka jadikan palu
Kupukul lawan tak perlu meragu
Sukarelawan
Hoo… o… o… o…
Hoo… o… o… o…
Hoo… o… o… o…
Hoo… o… o… o…
Kami ini sukarelawan
Kami aksi tidak dibayar
Kami datang kesini
Dengan satu tujuan
Kami ingin kemerdekaan

Sumpah Mahasiswa

Kami mahasiswa Indonesia bersumpah:
1. Bertanah air satu, tanah air tanpa penindasan.
2. Berbangsa satu, bangsa yang gandrung akan keadilan.
3. Berbahasa satu, bahasa tanpa kebohongan

Senin, 21 Maret 2011

PERAN ORGANISASI KEMAHASISWAAN PADA DIRI MAHASISWA HIMA AN FISIP UNPAD

Beberapa pengertian organisasi  Stoner : Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama. James D. Mooney : Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama. Chester I. Bernard : Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.


Pengertian organisasi secara umum : Sekelompok orang (dua atau lebih) yang secara formal dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yang ada atau yang telah ditetapkan dan mempunyai pemimpin didalamnya. Seperti dalam organisasi kemahasiswaan HIMA AN (himpunan mahasiswa administrasi negara) organisasi kemahasiswaan ini menjadi wadah bagi masyarakatnya yang bangga/mencintai jurusan administrasi negara dapat berkontribusi di HIMA AN dengan syarat lulus PAM (pembinaan anggota muda). Karena PAM lah gerbang atau langkah awal memasuki jurusan dan sangat disayangkan jika mahasiswa di jurusan administrasi negara tidak ikut serta memberikan kontribusi untuk himpunan. Bagi mereka yang berkontribusi di himpunan dapat berpartisipasi didalam kegiatan kemahasiswaan yang juga dapat menjalin kekeluargaan dengan angkatan manapun agar tercipta dan terwujudnya suatu himpunan jurusan yang mampu mengorganisir seluruh kegiatan kemahasiswaan yang ada di dalam lingkungan administrasi Negara.
Tujuannya organisasi pada umumnya : Setiap organisasi harus memiliki tujuan. Tujuan berhubungan dengan sasaran-sasaran yang dilakukan baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Tiga bidang utama dalam tujuan organisasi yaitu: profitability (keuntungan), growth(pertumbuhan), dan survive (bertahan hidup). Ketiganya harus berjalan berkaitan demi kemajuan organisasi tujuan organisasi antara lain: Membangun integritas kepribadian mahasiswa, perluasan wawasan, pengabdian kepada masyarakat serta Membina, mengembangkan, dan menyalurkan kegemaran maupun potensi mahasiswa dalam rangka meningkatkan kualitas.

Peran organisasi kemahasiswaan pada diri mahasiswa Dengan mengikuti organisasi kemahasiswaan, mahasiswa dapat mengaktualisasikan diri, mahasiswa memiliki kemampuan lebih di bandingkan dengan mereka yang tidak pernah ikut organisasi, mampu membangun karakter mahasiswa yang hebat dalam berpikir, bersosialisai dan kritis menyikapi permasalahan. selain itu ketertarikan mahasiswa untuk berperan aktif di dalam organisasi kemahasiswaan yaitu dapat melatih soft skill di luar kegiatan perkuliahan dan sebagai timbalbalik ilmu antar organasisasi dengan perkuliahan. Walaupun pada kenyataannya memang tidak semua mahasiswa mau menjadi aktivis dan mempunyai kepedulian terhadap perkembangan yang terjadi di dalam maupun luar kampus, tapi gerakan aktivis yang peduli sudah mampu mewarnai dinamika mahasiswa di kampus. Namun demikian, tidak dapat dipungkiri bila masih ada kesan miring terhadap keberadaan aktivis di organisasi kemahasiswaan yang antara lain banyaknya aktivis organisasi kemahasiswaan yang merupakan “mahasiswa abadi” atau mahasiswa rawan drop out (DO). Banyak hal yang melatar belakangi mengapa hal ini terjadi. Di sisi lain
Mahasiswa yang apatis terhadap kegiatan organisasi kemahasiswaan tentu saja merupakan mahasiswa yang hanya memikirkan aktifitas perkuliahannya saja. Segala sesuatunya selalu diukur dengan pencapaian kredit mata kuliah dan indeks prestasi yang tinggi serta berupaya menyelesaikan kuliah dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Namun biasanya mahasiswa seperti ini justru akan mengalami kelemahan dan masalah dalam hal sosialisasi diri dengan lingkungannya, sesama mahasiswa dan masyarakat. Yang dampak negatifnya bisa saja dirasakan ketika sudah menjadi sarjana dan siap terjun ke masyarakat memasuki “dunia kerja”. Sedangkan sosok mahasiswa aktivis dalam kegiatan organisasi kemahasiswaan, adalah mahasiswa yang disamping menekuni aktifitas perkuliahan tapi juga menyempatkan untuk mengikuti aktifitas organisasi kemahasiswaan. Keaktifan di organisasi ini biasanya dilandasi oleh bakat, hobi, tuntutan jiwa organisasi, jiwa kepemimpinan, tuntutan sosial atau bisa jadi karena pelarian dari aktivitas perkuliahan yang kadang dianggapnya membosankan haha. Konsekuensi dari mahasiswa seperti ini tentunya konsentrasi pemikiran dan waktu akan terbagi menjadi dua, satu sisi pada perkuliahan dan sisi yang lain pada kegiatan organisasi. Kegiatan perkuliahan juga terkadang malah terganggu oleh kegiatan organisasi atau bahkan ada yang meninggalkannya karena terlalu asik.

        Pada akhirnya kembali kepada diri mahasiswa masing masing jika memilih menjadi aktivis mahasiswa dituntun lebih taktis, memprioritaskan, memanage waktu yang diambil. memang organisasi tidak ada bayarannya secara materi, malah secara materi tidak jarang sebagai aktivis harus mengorbankan sesuatu demi organisasinya. akan tetapi mahasiswa bisa mendapatkan ilmu dan pengalaman luar biasa yang tidak di dapatkan oleh orang orang luar organisasi. 

Minggu, 20 Maret 2011

Fakta di Balik Kriminalisasi KPK, dan Keterlibatan SBY

Apa yang terjadi selama ini sebetulnya bukanlah kasus yang sebenarnya, tetapi hanya sebuah ujung dari konspirasi besar yang memang bertujuan mengkriminalisasi institusi KPK. Dengan cara terlebih dahulu mengkriminalisasi pimpinan, kemudian menggantinya sesuai dengan orang-orang yang sudah dipilih oleh “sang sutradara”, akibatnya, meskipun nanti lembaga ini masih ada namun tetap akan dimandulkan.  

Agar Anda semua bisa melihat persoalan ini lebih jernih, mari kita telusuri mulai dari kasus Antasari Azhar. Sebagai pimpinan KPK yang baru, menggantikan Taufiqurahman Ruqi, gerakan Antasari memang luar biasa. Dia main tabrak kanan dan kiri, siapa pun dibabat, termasuk besan Presiden SBY.
 Antasari yang disebut-sebut sebagai orangnya Megawati (PDIP), ini tidak pandang bulu karena siapapun yang terkait korupsi langsung disikat. Bahkan, beberapa konglomerat hitam — yang kasusnya masih menggantung pada era sebelum era Antasari, sudah masuk dalam agenda pemeriksaaanya.
Tindakan Antasari yang hajar kanan-kiri, dinilai Jaksa Agung Hendarman sebagai bentuk balasan dari sikap Kejaksaan Agung yang tebang pilih, dimana waktu Hendraman jadi Jampindsus, dialah yang paling rajin menangkapi Kepala Daerah dari Fraksi PDIP. Bahkan atas sukses menjebloskan Kepala Daerah dari PDIP, dan orang-orang yang dianggap orangnya Megawati, seperti ECW Neloe, maka Hendarman pun dihadiahi jabatan sebagai Jaksa Agung.
Setelah menjadi Jaksa Agung, Hendarman makin resah, karena waktu itu banyak pihak termasuk DPR menghendaki agar kasus BLBI yang melibatkan banyak konglomerat hitam dan kasusnya masih tidak pasti di Kejaksaan dan Kepolisian untuk dilimpahkan atau diambilalih KPK. Tentu saja hal ini sangat tidak diterima kalangan kejaksaan, dan Bareskrim, karena selama ini para pengusaha ini adalah tambang duit dari para aparat Kejaksaan dan Kepolisian, khususnya Bareskrim. Sekedar diketahui Bareskrim adalah supplier keungan untuk Kapolri dan jajaran perwira polisi lainnya.
Sikap Antasari yang berani menahan besan SBY, sebetulnya membuat SBY sangat marah kala itu. Hanya, waktu itu ia harus menahan diri, karena dia harus menjaga citra, apalagi moment penahanan besannya mendekati Pemilu, dimana dia akan mencalonkan lagi. SBY juga dinasehati oleh orang-orang dekatnya agar moment itu nantinya dapat dipakai untuk bahan kampanye, bahwa seorang SBY tidak pandang bulu dalam memberantas korupsi. SBY terus mendendam apalagi, setiap ketemu menantunya Anisa Pohan , suka menangis sambil menanyakan nasib ayahnya.
Dendam SBY yang membara inilah yang dimanfaatkan oleh Kapolri dan Jaksa Agung untuk mendekati SBY, dan menyusun rencana untuk “melenyapkan” Antasari. Tak hanya itu, Jaksa Agung dan Kapolri juga membawa konglomerat hitam pengemplang BLBI [seperti Syamsul Nursalim, Agus Anwar, Liem Sioe Liong, dan lain-lainnya), dan konglomerat yang tersandung kasus lainnya seperti James Riyadi (kasus penyuapan yang melibatkan salah satu putra mahkota Lippo, Billy Sindoro terhadap oknun KPPU dalam masalah Lipo-enet/Astro, dimana waktu itu Billy langsung ditangkap KPK dan ditahan), Harry Tanoe (kasus NCD Bodong dan Sisminbakum yang selama masih mengantung di KPK), Tommy Winata (kasus perusahaan ikan di Kendari, Tommy baru sekali diperiksa KPK), Sukanto Tanoto (penggelapan pajak Asian Agri), dan beberapa konglomerat lainnya].
Para konglomerat hitam itu berjanji akan membiayai pemilu SBY, namun mereka minta agar kasus BLBI , dan kasus-kasus lainnya tidak ditangani KPK. Jalur pintas yang mereka tempuh untuk “menghabisi Antasari “ adalah lewat media. Waktu itu sekitar bulan Februari- Maret 2008 semua wartawan Kepolisian dan juga Kejaksaan (sebagian besar adalah wartawan brodex – wartawan yang juga doyan suap) diajak rapat di Hotel Bellagio Kuningan. Ada dana yang sangat besar untuk membayar media, di mana tugas media mencari sekecil apapun kesalahan Antasari. Intinya media harus mengkriminalisasi Antasari, sehingga ada alasan menggusur Antasari.
Nyatanya, tidak semua wartawan itu “hitam”, namun ada juga wartawan yang masih putih, sehingga gerakan mengkriminalisaai Antasari lewat media tidak berhasil.
Antasari sendiri bukan tidak tahu gerakan-gerakan yang dilakukan Kapolri dan Jaksa Agung yang di back up SBY untuk menjatuhkannya. Antasari bukannya malah nurut atau takut, justeru malah menjadi-jadi dan terkesan melawan SBY. Misalnya Antasari yang mengetahui Bank Century telah dijadikan “alat” untuk mengeluarkan duit negara untuk membiayai kampanye SBY, justru berkoar akan membongkar skandal bank itu. Antasari sangat tahu siapa saja operator –operator Century, dimana Sri Mulyani dan Budiono bertugas mengucurkan duit dari kas negara, kemudian Hartati Mudaya, dan Budi Sampurna, (adik Putra Sanpurna) bertindak sebagai nasabah besar yang seolah-olah menyimpan dana di Century, sehingga dapat ganti rugi, dan uang inilah yang digunakan untuk biaya kampanye SBY.
Tentu saja, dana tersebut dijalankan oleh Hartati Murdaya, dalam kapasitasnya sebagai Bendahara Partai Demokrat, dan diawasi oleh Eddy Baskoro plus Djoko Sujanto (Menkolhukam) yang waktu itu jadi Bendahara Tim Sukses SBY. Modus penggerogotan duit Negara ini biar rapi maka harus melibatkan orang bank (agar terkesan Bank Century diselamatkan pemerintah), maka ditugaskan lah Agus Martowardoyo (Dirut Bank Mandiri), yang kabarnya akan dijadikan Gubernur BI ini. Agus Marto lalu menyuruh Sumaryono (pejabat Bank Mandiri yang terkenal lici dan korup) untuk memimpin Bank Century saat pemerintah mulai mengalirkan duit 6,7 T ke Bank Century.
Antasari bukan hanya akan membongkar Century, tetapi dia juga mengancam akan membongkar proyek IT di KPU, dimana dalam tendernya dimenangkan oleh perusahaannya Hartati Murdaya (Bendahara Demokrat). Antasari sudah menjadi bola liar, ia membahayakan bukan hanya SBY tetapi juga Kepolisian, Kejaksaan, dan para konglomerat , serta para innercycle SBY. Akhirnya Kapolri dan Kejaksaan Agung membungkam Antasari. Melalui para intel akhirnya diketahui orang-orang dekat Antasari untuk menggunakan menjerat Antasari.
Orang pertama yang digunakan adalah Nasrudin Zulkarnaen. Nasrudin memang cukup dekat dengan Antasari sejak Antasari menjadi Kajari, dan Nasrudin masih menjadi pegawai. Maklum Nasrudin ini memang dikenal sebagai Markus (Makelar Kasus). Dan ketika Antasari menjadi Ketua KPK, Nasrudin melaporkan kalau ada korupsi di tubuh PT Rajawali Nusantara Indonesia (induk Rajawali Putra Banjaran). Antasari minta data-data tersebut, Nasrudin menyanggupi, tetapi dengan catatan Antasari harus menjerat seluruh jajaran direksi PT Rajawali, dan merekomendasarkan ke Menteri BUMN agar ia yang dipilih menjadi dirut PT RNI, begitu jajaran direksi PT RNI ditangkap KPK.
Antasari tadinya menyanggupi transaksi ini, namun data yang diberikan Nasrudin ternyata tidak cukup bukti untuk menyeret direksi RNI, sehingga Antasari belum bisa memenuhi permintaan Nasrudin. Seorang intel polsi yang mencium kekecewaan Nasrudin, akhirnya mengajak Nasrudin untuk bergabung untuk melindas Antasari. Dengan iming-iming, jasanya akan dilaporkan ke Presiden SBY dan akan diberi uang yang banyak, maka skenario pun disusun, dimana Nasrudin disuruh mengumpan Rani Yulianti untuk menjebak Antasari.
Rupanya dalam rapat antara Kapolri dan Kejaksaan, yang diikuti Kabareskrim. melihat kalau skenario menurunkan Antasari hanya dengan umpan perempuan, maka alasan untuk mengganti Antasari sangat lemah. Oleh karena itu tercetuslah ide untuk melenyapkan Nasrudin, dimana dibuat skenario seolah yang melakukan Antasari. Agar lebih sempurna, maka dilibatkanlah pengusaha Sigit Hario Wibisono. Mengapa polisi dan kejaksaan memilih Sigit, karena seperti Nasrudin, Sigit adalah kawan Antasari, yang kebetulan juga akan dibidik oleh Antasari dalam kasus penggelapan dana di Departemen Sosial sebasar Rp 400 miliar.
Sigit yang pernah menjadi staf ahli di Depsos ini ternyata menggelapakan dana bantuan tsunami sebesar Rp 400 miliar. Sebagai teman, Antasari, mengingatkan agar Sigit lebih baik mengaku, sehingga tidak harus “dipaksa KPK”. Nah Sigit yang juga punya hubungan dekat dengan Polisi dan Kejaksaan, mengaku merasa ditekan Antasari. Di situlah kemudian Polisi dan Kejaksaan melibatkan Sigit dengan meminta untuk memancing Antasari ke rumahnya, dan diajak ngobrol seputar tekana-tekanan yang dilakukan oleh Nasrudin. Terutama, yang berkait dengan “terjebaknya: Antasari di sebuah hotel dengan istri ketiga Nasrudin.
Nasrudin yang sudah berbunga-bunga, tidak pernah menyangka, bahwa akhirnya dirinyalah yang dijadikan korban, untuk melengserkan Antasari selama-lamanya dari KPK. Dan akhirnya disusun skenario yang sekarang seperti diajukan polisi dalam BAP-nya. Kalau mau jujur, eksekutor Nasrudin buknalah tiga orang yang sekarang ditahan polisi, tetapi seorang polisi (Brimob ) yang terlatih.
Bibit dan Chandra. Lalu bagaimana dengan Bibit dan Chandra? Kepolisian dan Kejaksaan berpikir dengan dibuinya Antasari, maka KPK akan melemah. Dalam kenyataannya, tidak demikian. Bibit dan Chandra , termasuk yang rajin meneruskan pekerjaan Antasari. Seminggu sebelum Antasari ditangkap, Antasari pesan wanti-wanti agar apabila terjadi apa-apa pada dirinya, maka penelusuran Bank Century dan IT KPU harus diteruskan.
Itulah sebabnya KPK terus akan menyelidiki Bank Century, dengan terus melakukan penyadapan-penyadapan. Nah saat melakukan berbagai penyadapan, nyangkutlah Susno yang lagi terima duit dari Budi Sammpoerna sebesar Rp 10 miliar, saat Budi mencairkan tahap pertama sebasar US $ 18 juta atau 180 miliar dari Bank Century. Sebetulnya ini bukan berkait dengan peran Susno yang telah membuat surat ke Bank Century (itu dibuat seperti itu biar seolah–olah duit komisi), duit itu merupakan pembagian dari hasil jarahan Bank Century untuk para perwira Polri. Hal ini bisa dipahami, soalnya polisi kan tahu modus operansi pembobolan duit negara melalui Century oleh inner cycle SBY.
Bibit dan Chandra adalah dua pimpinan KPK yang intens akan membuka skandal bank Bank Century. Nah, karena dua orang ini membahayakan, Susno pun ditugasi untuk mencari-cari kesalahan Bibit dan Chandra. Melalui seorang Markus (Eddy Sumarsono) diketahui, bahwa Bibit dan Chandra mengeluarkan surat cekal untuk Anggoro. Maka dari situlah kemudian dibuat Bibit dan Chandra melakukan penyalahgunaan wewenang.
Nah, saat masih dituduh menyalahgunakan wewenang, rupanya Bibit dan Chandra bersama para pengacara terus melawan, karena alibi itu sangat lemah, maka disusunlah skenario terjadinya pemerasan. Di sinilah Antasari dibujuk dengan iming-iming, ia akan dibebaskan dengan bertahap (dihukum tapi tidak berat), namun dia harus membuat testimony, bahwa Bibit dan Chandra melakukan pemerasan.
Berbagai cara dilakukan, Anggoro yang memang dibidik KPK, dijanjikan akan diselsaikan masalahnya Kepolisian dan Jaksa, maka disusunlah berbagai skenario yang melibatkanAnggodo, karena Angodo juga selama ini sudah biasa menjadi Markus. Persoalan menjadi runyam, ketika media mulai mengeluarkan sedikit rekaman yang ada kalimat R1-nya. Saat dimuat media, SBY konon sangat gusar, juga orang-orang dekatnya, apalagi Bibit dan Chandra sangat tahu kasus Bank Century. Kapolri dan Jaksa Agung konon ditegur habis Presiden SBY agar persoalan tidak meluas, maka ditahanlah Bibit dan Chandra ditahan. Tanpa diduga, rupanya penahaan Bibit dan Chandra mendapat reaksi yang luar biasa dari publik maka Presiden pun sempat keder dan menugaskan Denny Indrayana untuk menghubungi para pakar hokum untuk membentuk Tim Pencari Fakta (TPF).
Demikian, sebetulnya bahwa ujung persoalan adalah SBY, Jaksa Agung, Kapolri, Joko Suyanto, dan para kongloemrat hitam, serta innercycle SBY (pengumpul duit untk pemilu legislative dan presiden). RASANYA ENDING PERSOALAN INI AKAN PANJANG, KARENA SBY PASTI TIDAK AKAN BERANI BERSIKAP. Satu catatan, Anggoro dan Anggodo, termasuk penyumbang Pemilu yang paling besar.
Jadi mana mungkin Polisi atau Jaksa, bahkan Presiden SBY sekalipun berani menagkap Anggodo!